Yongmoodo Seni beladiri TNI AD yang Mematikan

by
Tim Yongmoodo Batalyon 712 Wiratama tampil memperebutkan Piala Pangdam XIII Merdeka yang digelar di kota Manado.

Manado – Prajurit TNI AD diwajibkan untuk menguasai Yongmoodo seni beladiri yang berasal dari Korea, selain harus memiliki kemampuan bertempur menggunakan senjata taktis.

Yongmoodo merupakan gabungan dari sejumlah seni beladiri asal Korea. Seni beladiri Yongmoodo, resmi menjadi olahraga wajib di TNI Angkatan Darat sejak tahun 2008, saat didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI). Dan pada tahun 2012 baru mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum.

Istilah Yongmoodo atau Yong Moo Do berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan tak lama kemudian berubah menjadi Yong Moo Do.

Sejarah Yong Moo Do, dimulai pada tanggal 15 Oktober 1995, dengan nama The Martial Research Institut dari Yong In University Korea. Seni beladiri Yong Moo Do merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Karate, Jiu-Jitsu dan Hon Sin Sul.

Yong Moo Do merupakan beladiri pertarungan jarak dekat yang menunjukan kemampuan pada pertempuran yang mengacu pada teknik perkelahian, pertahanan dan strategis, baik fisik, mental serta psikologis. Seni beladiri Yong Moo Do memerlukan latihan rutin untuk memperkecil resiko latihan yang bersifat fatal.

Menjadi anggota seni beladiri Yong Moo Do diperlukan persiapan waktu yang cukup lama untuk menguasai teknik-teknik dasar. Setiap pelatih atau instruktur Yong Moo Do harus memiliki kemampuan untuk mengatasi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam latihan, karena rawan terjadi cedera fatal.

Kemampuan beladiri Yong Moo Do, wajib dikuasai oleh prajurit TNI angkatan darat untuk melatih keberanian dan jiwa patriotisme, mengingat prajurit TNI merupakan garda terdepan dalam mempertahankan NKRI.

 

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *