Wakili Kadis, Merlinda Mamesah Tutup Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Bahasa Inggris

by

Minahasa – Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, menggelar Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Tingkat SMA/SMK Matapelajaran Bahasa Inggris Se-Provinsi Sulut yang digelar selama Satu Minggu mulai 8 – 14 Sepember 2019, di Tasik Ria Resort, Minahasa.

Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Bidang Guru dan tenaga kependidikan, Merlinda Grace Mareyke Sendrah Mamesah mewakili Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh MKes yang diwakili dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan pelatihan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa inggris di SMA dan SMK. “Kegiatan ini sesuai dengan program unggulan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey untuk menciptakan sumber daya manusia yang pintar, cerdas dan unggul,”ungkap Mamesah.

Kata Mamesah, mengakui saat ini kurangnya perhatian bersama terhadap kompetensi ilmu bahasa inggris bagi masyarakat khususnya anak – anak usia sekolah yaitu siswa siswi SMA dan SMK yang akan mengakibatkan dampak serius jangka panjang bagi generasi mendatang. “Guru sebagai pendidik bertanggungjawab mewariskan nilai – nilai dan norma – norma kepada generasi berikutnya,” jelas dia.

Lebih jauh dijelaskan Mamesah, tanggung jawab guru dalam bidang keilmuan, tanggung jawab bidang pendidikan contohnya guru harus kompeten dalam pengembangan kurikulum dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran mulai dari persiapan, pelaksanaan dan penilaian hasil belajar, pada peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar pendidik dan tenaga kependidikan. “Kompetensi pedagogik yang kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran kompetensi profesional dengan kemampuan guru menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni budaya yang diampuhnya,” ujarnya.

Lanjut dia, seorang guru harus terus mengembangkan profesinya dengan mencari pengalaman baru untuk meningkatkan kompetensinya yakni salah satunya mengikuti kegiatan peningkatan profesi guru. “Musyawarah guru matapelajaran (MGMP) sangat bagus karena ini merupakan suatu organisasi profesi guru, dimana disitu tempat guru bertukar informasi diskusi tentang pengembangan kurikulum,” ungkapnya.

Lanjut Mamesah sambil berharap agar para guru yang mengikuti kompetensi bisa berdampak pada perkembangan pendidikan anak – anak usia sekolah dan menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Editor: Ishak Kusrant

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *