Usia Kemerdekaan 74 Tahun, Namun Sejumlah Daerah di Sangihe Belum Tersentuh Jaringan Internet

by
Puncak Desa Pananaru Kecamatan Tamako, setiap orang harus ke daerah tersebut baru bisa mendapatakan Internet itupun jaringan selalu hilang.

Manado – Memasuki Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 74, dimana daerah lain sudah merasakan jaringan internet, namun masih ada daerah yang belum memiliki jaringan internet.

Desa Pananaru Kecamatan Tamako yang berjarak 40 Kilo Meter dari kota Tahuna merupakan salah-satu Desa yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang belum tersentuh oleh Internet, padahal Program pemerintah Palapa Ring telah diluncurkan di pulau Terluar Sulut tersebut yang berbatasan dengan Negara Fipilina.

Sangihe merupakan kabupaten terluar terdiri dari 109 pulau. Dari 109 pulau tersebut terbentuk 15 kecamatan dan 167 desa, namum sayang, ratusan pulau ini tidak dapat terhubung dengan baik, karena sulitnya jaringan telepon seluler atau koneksi internet di Desa tersebut.

Mirce Meitti Gahagho salah satu warga Desa Pananaru ini mengeluhkan bahwa sampai saat ini Desanya belum memiliki jaringan internet baik Telkomsel atau yang lainnya. Menurutnya, beberapa Desa disekitarnya juga belum memiliki jaringan internet untuk telepon yakni Desa Darat, Pedine, Bebu dan Kalinda. “Hanya ada Tower telkomsel di Desa Dagho yang jauh dari desa kami dan jaringan terhalang dengan banyaknya gunung dan perbukitan di Daerah ini, dan walaupun ada tower jaringanpun tetap tidak bagus,” ungkap wanita cantik berkulit hitam manis ini.

Mirce Meitti Gahagho Guru SMP Megeri Satu Atap Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurut guru cantik yang mengajar di SMP Negeri Satu Atap Tamako ini, mereka harus berjalan ke puncak perbukitan yang jauh dari Desa untuk mencari jaringan internet atau telepon seluler, agar bisa menghubungi keluarga ataupun teman, namun itupun jaringan tidak baik dan selalu hilang.”Kami mengalamai kesulitan menghubungi keluarga atau teman karena jaringan internet telepon tidak ada,” ucap wanita yang pernah bekerja sebagai penyiar Radio ROM 2 Manado.

Kata wanita ini, mereka sudah berpuluh tahun hingga sampai menjelang HUT RI ke-74 ini, tidak memiliki jaringan internet.

Lanjut guru agama ini, sambil berharap agar kampunya bisa mendapatkan jaringan internet atau telepon agar tidak ketinggalan dengan Daerah lain.

Editor: Ishak Kusrant
Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *