Tangis Dukacita Jemput Jenazah Efraim Panomban di Bandara Sam Ratulangi

by

Manado – Jenazah Siswa utusan SMKN 1 Touluaan Efraim Ponomban yang membawa nama Sulawesi Utara dalam LKS di tingkat nasional dan mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia, tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Minggu (14/7/2019) siang.

Saat jenazah tiba di kedatangan Cargo Bandara, tangis dukacita pun pecah. Kepala Dinas, Kabid dan Para Kepala Sekolah serta keluarga tak bisa membentung air mata, saat melihat korban yang membawa nama harus Sulut itu sudah berada di dalam petih jenazah. Bahkan sejumlah siswa yang ikut LKS dan menjemput jenazah korban juga tak kuasa menahan air mata melihat Efraim sudah terkujur kaku di petih jenazah.

Kedatangan Jenazah Almarhum Efraim Ponomban dijemput oleh Kadis Dikda Sulut Grace Punuh bersama Tim LKS, Kepala Sekolah dan pihak keluarga di bagian Cargo Kedatangan Bandara.

Setibanya di Bandara Sam Ratulangi Manado langsung di berangkatkan ke Kampung Halamannya Desa Touluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE serta segenap Insan Pendidikan dan seluruh Masyarakat Sulawesi Utara turut berbelasungkawa atas peristiwa ini.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Grace Punuh MKes yang didampingi Para Kabid dan Kepsek saat menjemput jenazah menyampaikan, Siswa ini adalah salah satu siswa terbaik utusan Sulut ke LKS tingkat nasional dan dia sudah memberikan yang terbaik dalam lomba. “Kami sangat kehilangan Seorang Putra Daerah yang memiliki bakat dan keahlian istimewa di bidang Otomotif,” jelas dia.

Kata Punuh, Ini merupakan suatu musibah yang tidak bisa di duga-duga, seorang siswa yang telah mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat Nasional. Semoga Keluarga yang di tinggalkan tetap tabah dan ikhlas serta menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada siswa yang menjadi korban ini dan Dikda Sulut sangat berdukacita” kata Punuh.

Perlu di ketahui Efraim Ponomban lahir pada tanggal 9 Februari 2000 bertempat tinggal di desa Bunag Kec Touluaan Selatan Minahasa Tenggara, ia tinggal bersama Kakaknya yaitu keluarga Tololiu-Ponomban, karena kedua orang tuanya telah tiada sehingga korban merupakan anak yatim piatu dan direncanakan siswa ini akan dimakamkan pada hari Selasa (16/7/2019).

Siswa utusan SMKN 1 Touluaan Minahasa Tenggara yang membawa nama Sulawesi Utara mengalami kecelakaan dan Meninggal Dunia.

Peristiwa itu terjadi di hari Jumat (12/7/2019) pada saat siswa atas nama Efrain Ponomban tergelincir dari lantai dua hotel dan jatuh di dekat kolam renang Hotel Cavinton Yogjakarta tempat dimana para peserta lomba ketrampilan siswa ( LKS ) SMK ke XXVII menginap.

Menurut informasi siswa utusan sulut pada bidang lomba Autobody Repair sempat dilarikan ke rumah Sakit Muhammadiyah Yogjakarta tapi menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (13/7/2019) sore pukul 17:15 Wib di rumah sakit.

Penulis: Zulkifli Madina
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *