Sosialisasi Peraturan BPHS Germita Bagi Pendeta dan Vikaris

by
Sosialisasi dilaksanakan di Jemaat Musafir Lirung, dan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari para pendeta dan vikaris yang melayani di Sinode Germita.

Talaud – Badan Pelaksana Harian Sinode (BPHS) Germita, melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Peraturan BPHS” dalam rangka mempersiapkan diri dan kelembagaan untuk sidang tahunan sinode yang akan dilaksanakan pada akhir bulan November 2018.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Oktober 2018, di Jemaat Musafir Lirung, dan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari para pendeta dan vikaris yang melayani di Sinode Germita.
Sebelum sosialisasi dimulai, ada beberapa evaluasi program pelayanan tentang peraturan-peraturan Sinode yang dijalankan dan tidak dijalankan. Evaluasi ini dipimpin Pdt Agustina Julita Larinse, Pdt Alexius Manangkabo dan Dkn Antje Pasoi.
Larinse mengungkapkan bahwa pemberian diri selaku pendeta dalam pelayanan harus lebih diperhatikan lagi, karena dalam waktu dekat akan ada penyerahan SK kenaikan pangkat bagi para pendeta.
Kegiatan sosialisasi dipimpin oleh Pnt Ir Frans Charlos Udang MBA MM, dan Pnt Jakson Parapaga ST MSi.
Ada beberapa peraturan dan surat keputusan yang disosialisasikan oleh BPHS Germita, antara lain tentang pengangkatan pegawai Germita dalam jabatan struktural pelayanan dan cuti diluar tanggungan Germita.
Charlos Udang mengungkapkan, aturan yang dilakukan oleh BPHS adalah penjabaran dari peraturan gereja nomor 1, 2, 3, 5, 6, 7. “Ini tentang jemaat, sinode, pelayan khusus, pegawai Germita, perbendaharaan, dan pengawasan,” ujar dia.
Charlos juga menambahkan, dalam hal mengatur mekanisme dan sistem mutasi pegawai Germita merupakan amanat sidang lengkap yang harus dijabarkan lewat peraturan dan surat keputusan. “Karena Germita harus ditata dengan baik,” tutur Charlos.
Jackson menambahkan, dengan adanya peraturan BPHS kiranya ada semangat baru, bahkan penataan dalam sistem organisasi dan pelayanan yang ada di Germita akan semakin baik.
Di akhir kegiatan ini, Pdt Firdaus Majusip mengungkapkan bahwa selaku Majelis Penggembala dan Pertimbangan Sinode sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh BPHS. “Dan kiranya selaku hamba-hamba Tuhan, Roh kepalayanan akan tetap ada serta setia dalam panggilan pelayanan dan bertanggung jawab kepada Tuhan,” ujar Firdaus.

Penulis: Yolanda Tiara Runsude
Editor : Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *