Sejak Pertama Digelar, AJI Manado tak Pernah Absen di Fesmed

by
Tim Fesmed AJI Manado foto bersama Ketua AJI Bandung, Zaky Yamani (berkacamata) saat pelaksanaan Fesmed pertama tahun 2012 di Bandung.

Pontianak – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali menggelar Festival Media (Fesmed) yang ke-7 di Pontianak, Kalimantan Barat, 21-22 September 2018. Sejak digelar pertama kali tahun 2012 di Bandung, Jawa Barat, AJI Manado tak pernah absen mengikuti event tahunan tersebut.

Pada Agustus 2012 saat Fesmed pertama di Bandung, 5 anggota AJI Manado ikut ambil bagian. Mereka adalah Yoseph E Ikanubun, Ishak Kusrant, Nolfie Tamod, Kevrent Sidabutar, dan Roger Wenas.

Selanjutnya pada Agustus 2013 saat Fesmed di Yogyakarta, ada 3 anggota yaitu Ishak Kusrant, Agust Hari, dan Nolfie Tanod dan dua pendiri AJI Manado yakni Reinner Ointoe dan Patria Pombengi yang hadir di sana. “AJI Manado bahkan ikut mengelola event dengan menggelar satu sesi workshop terkait kondisi perusahaan media. Pematerinya adalah Mner Reiner Ointoe,” ujar Hari, yang ketika itu berperan sebagai moderator.

Fesmed Surabaya pada Mei 2014, ada 5 anggota AJI Manado yang ikut ambil bagian yaitu, Yoseph E Ikanubun, Yinthze Gunde, Agus Hari, Marcel Supit, dan Zulkifli Madina (saat itu masih calon anggota).

Selanjutnya AJI Manado mengirim 7 anggotanya saat pelaksanaan Fesmed di Jakarta pada Nopember 2015. Mereka terdiri dari Yoseph E Ikanubun, Fernando Lumowa, Agus Hari, Nolfie Tamod, Zulkifli Madina, Franky Salindeho, dan Eva Aruperes. “Fesmed ketika itu begitu menarik, bahkan Penjabat Gubernur Sulut Sumarsono mendatangi stand AJI Manado,” kenang Zulkifli.

Fesmed ke-5 yang diselenggarakan di Pekanbaru, AJI Manado juga ikut serta dengan mengutus Ishak Kusrant dan Eva Aruperes.

Jumlah peserta terbanyak dalam kontingen AJI Manado selama pelaksanaan Fesmed adalah saat di Solo, Jawa Tengah, Nopember 2017, yang ketika itu dirangkaikan dengan Kongres ke X AJI. Delegasi AJI Manado yang hadir adalah Yoseph E Ikanubun, Fernando Lumowa, Agus Hari, Finda Muctar, Isa Jusuf, Supardi Bado, Ishak Kusrant, Eva Aruperes, dan Zulkifli Madina.

Untuk Fesmed tahun 2018 di Pontianak ini, ada tiga anggota AJI Manado yang ikut serta yakni Yinthze Gunde, Isa Jusuf, dan Zulkifli Madina.

Tema yang diangkat oleh AJI Kota Manado kali ini ini adalah ‘Merawat Keberagaman di Bumi Nyiur Melambai’, dengan sub tema ‘Beda Itu Hak’.

Ketua AJI Kota Manado,  Yintzhe Lynvia Gunde mengungkapkan, tema itu diambil, selain dikaitkan dengan tema utama Fesmed yakni Diversity In The Heart Of Borneo, juga untuk menyampaikan pesan bahwa di Sulawesi Utara keberagaman masih begitu dihormati dan bisa dijadikan contoh untuk daerah lain. “Sulawesi Utara hingga saat ini masih terus mampu merawat keberagaman. Toleransi yang tercipta dari dulu, masih tetap terjaga hingga saat ini,” kata Gunde.

Dia menambahkan, AJI Kota Manado menampilkan hal-hal yang berhubungan dengan keberagaman yang terawat di seluruh daerah di Sulawesi Utara, dan bagaimana masyarakat bersama-sama menjaganya.

Penanggung jawab stand AJI Kota Manado di Fesmed 2018, Isa Anshar Jusuf dan Zulkifli Madina menjelaskan, stand AJI Kota Manado, menampilkan foto-foto yang disertai caption, mengenai keberagaman di Sulawesi Utara dan bagaimana masyarakat menghormatinya. “Foto yang ditampilkan diantaranya bagaimana masyarakat Sulawesi Utara itu sangat menghormati hak-hak dari semua orang. Bagaimana, kebebasan beragama, kebebasan berekspresi dan juga bagaimana kita menghormati sesama walaupun mereka itu berbeda,” kata Jusuf dan Madina.

Sedangkan spanduk utama yang ada di stand AJI Manado menampilkan slogan baru Sulawesi Utara yakni Torang Samua Ciptaan Tuhan dengan gambar karikatur tarian tradisional Sulawesi Utara serta seluruh media yang ada di Sulawesi Utara. “Di sini kita ingin menyampaikan, bagaimana media di Sulawesi Utara juga ikut berperan untuk merawat keberagaman itu,” pungkas Jusuf.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *