Proyek Palapa Ring Tengah Diharapkan Menyentuh Talaud

by

Manado- Tahap terakhir penyelesaian adalah pekerjaan penyambungan kabel di darat Tahuna pada 4 November 2018 dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemkominfo optimistis mampu memenuhi target penyelesaian konstruksi fisik Palapa Ring Tengah akhir tahun 2018.
Direktur Utama Bakti Anang Latif mengatakan, saat ini progres pembangunan fisik Palapa Ring paket tengah sudah selesai. “Seluruh konstruksi fisik Palapa Ring Tengah telah rampung. Saat ini sudah memasuki tahapan testing seperti uji penerimaan pendahuluan, uji layak operasi. Dengan kondisi saat ini, kami dapat melaksanakan proses uji coba per bagian,” ujarnya, Selasa (06/11/2018).
Dijelaskan Anang, pekerjaan menggelar dan menyambung serat optik dalam proyek Palapa Ring Tengah telah mencapai 1.289 km kabel darat dan 1.706 km kabel laut, dengan microwave 7 hops. “Untuk menghubungkan 17 kota/kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, nantinya akan terdapat lima ruas dengan dua di antaranya yang tidak terhubung dengan kabel laut,” kata Anang.
Anang menjelaskan, Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. “Proyek ini pernah terhenti sejak 10 tahun lalu untuk mendapatkan struktur yang tepat untuk pelaksanannya. Tantangan dari proyek ini adalah membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional di daerah-daerah nonkomersial demi pemerataan akses pita lebar di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih jauh kata anang, Proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP). “Skema AP diprakarsai oleh Kementerian Keuangan dan sumber dana AP berasal dari dana kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal atau Universal Service Obligation,” kata dia.
Anang berharap, proyek Palapa Ring sukses, masyarakat dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata. Musababnya, kesenjangan kecepatan pengunduhan data di Jakarta mencapai 7 megabit per detik, sedangkan di wilayah luar tengah hanya 300 kilobit per detik.
Dia mengatakan, Bakti merupakan ujung tombak mewujudkan Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Seluruh program Bakti dimaksudkan untuk menjangkau wilayah 3T atau Terdepan, Terluar, Tertinggal, sebagaimana salah satu strategi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mengurangi kesenjangan telekomunikasi,” tutupnya.
Di Sulut, salah satu daerah yang hingga kini masih kesulitan mengakses jaringan telekomunikasi adalah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *