Peringati IWD, KMSAKS Beber Data Kekerasan Terhadap Perempuan

by
Aksi damai yang digelar oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual

Manado – Para pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) di Sulut yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KMSAKS), Jumat (08/03/2019), menggelar aksi damai mendesak disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Aksi yang dipusatkan di Zero Point Pusat Kota Manado ini juta terkait momentum peringatan International Women Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2019.

Nurhasanah dari LSM Swara Parangpuan Sulut mengungkapkan, gerakan bersama itu untuk mendorong pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Hal itu sebagai bentuk tanggungjawab negara dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan seksual.

Berdasarkan data dari Swara Parangpuan, kasus kekerasan seksual yang terjadi di Sulawesi Utara sangat tinggi dan sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Nur mengatakan, kasus yang didampingi oleh Swara Parangpuan tahun 2018 berjumlah 50 kasus. Di mana lebih dari 50 persen adalah kasus kekerasan seksual. Sementara data kasus pantauan media yang dilakukan Swara Parangpuan tahun 2018 berjumlah 150 kasus, dimana 77 persennya adalah kasus kekerasan seksual.

Terkait aksi damai menggalang dukungan kepada masyarakat tentang pentingnya segera disahkannya RUU P-KS, sebagai pijakan hukum untuk menindak pelaku kekerasan seksual yang selama ini tidak tersentuh oleh hukum.

Aksi ini juga untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado darurat kekerasan seksual. “Isu ini harus  menjadi isu kita bersama, karena tidak ada lagi tempat yang aman untuk perempuan dan anak,” ungkap pimpinan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado, Aryati Rahman.

Aryati mengatakan, LBH akan terus bergerak bersama dengan teman-teman koalisi selama masih ada penindasan tehadap perempuan dan kelompok-kelompok minoritas lainnya. “Dan yang terpenting kami turut mendorong agar supaya RUU P-KS segera disahkan karena merupakan kebutuhan yang mendesak melihat penanganan kekerasan seksual khususnya di Sulut,” ujar aktivis perempuan yang dikenal vokal sejak mahasiswa ini.

Selain pegiat LSM, aksi itu juga didikung oleh para aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Manado.

Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Metro Manado, Nova Salim mengatakan, momen IWD sangatlah baik untuk dimanfaatkan dengan kampanye, hingga unjuk rasa damai mengingatkan bahwa di daerah ini kasus kekerasan seksual di daerah ini sangat tinggi. “Kami berharap aksi ini tidak hanya ada di hari-hari momentual seperti IWD, melainkan aksi ini bisa kita laksanakan dalam bentuk advokasi-advokasi kepada perempuan-perempuan yang saat ini masih mengalami kekerasan baik secara fisik maupun psikis,” kata Nova.

Dukungan juga datang dari kalangan organisasi profesi jurnalis yang selama ini juga bergerak untuk isu-isu perempuan dan kaum marginal, yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado.

Ketua AJI Manado, Yinthze Lynvia Gunde menyatakan bahwa AJI sebagai organisasi pers memberikan dukungan penuh terhadap isu-isu gender dan perempun serta anak. “Karena kekerasan seksual tidak hanya terjadi di masyarakat, tapi juga di media massa. Di mana korban kekerasan seksual seringkali semakin terpojok karena identitasnya dibeber dalam pemberitaan. Atau ada tulisan-tulisan berita yang malah membuat korban semakin terpuruk,” ujar Yinthze.

Dia menambahkan, persoalan itu menjadi perhatian AJI dengan terus mengingatkan jurnalis dan media tidak lagi melakukan hal seperti ini.

KMSAKS, pada sepanjang bulan ini akan terus melakukan kegiatan mendesak pemerinta segera mensahkan RUU PKS. Sejumlah elemen yang tergabung dalam KMSAKS antara lain, Swara Parangpuan, AJI Manado, LBH Manado, Kopri Metro Manado, Peruati, Yayasan Suara Nurani Minaesa, Komda Perlindungan Anak dan Komunitas Bela Indonesia.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Editor: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *