Penyuluhan Hukum Kejati Sulut di SMA Negeri 9 Manado

by
Kegiatan TPH Kejati Sulut di SMA 9 Manado.

Manado -Tim Penyuluhan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) yakni Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E Mallaka SH, Kepala Seksi III pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I Pelealu, SH MH, Reny Hamel SH, Heskiel Sumombo SH, Augustinus Nong dan Tertius Lumimbus, Kamis (20/09/2018) melaksanakan Penyuluhan Hukum (Luhkum) Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMA Negeri 9 Manado.

Kegiatan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan mewakili SMA Negeri 9 Manado oleh Dra Fice Manopo MPd.

Dalam sambutannya Manopo menyampaikan terima kasih kepada Tim Penyuluhan Hukum Kejati Sulut yang telah melaksanakan penyuluhan hukum di SMA Negeri 9 Manado.“Kami percaya program ini akan membawa manfaat bagi kami para guru dan bagi siswa-siswi sehingga kami mengerti hukum dan menjauhkan dari hukuman” kata Manopo.

Mallaka menjelaskan, maksud dilaksanakannya kegiatan JMS di SMA Negeri 9 Manado di mana berdasarkan pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kejaksaan RI, salah satu tugas Kejaksaan di bidang ketertiban dan ketentraman umum adalah turut menyelenggarakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat tersebut dilaksanakan salahsatunya dengan Program JMS saat ini. “JMS merupakan salah satu program unggulan Kejaksaan RI dalam rangka menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik,” kata Mallaka.

Senada dengan Kasi Penkum, Kasi III yang juga tampil sebagai Narasumber, dalam pemaparannya menjelaskan tentang maksud kedatangan Tim Penkum Kejati Sulut di SMA Negeri 9 Manado.  “Mungkin adik-adik ada yang bertanya kenapa kami ada di sini. Kami ada k untuk mengenalkan hukum sejak dini kepada adik-adik supaya mengerti hukum dan jauh dari hukuman melalui program Jaksa Masuk Sekolah,” terangnya.

Dia mencontohkan tentang beberapa tindak pidana yang banyak melibatkan generasi muda dewasa ini yakni penyalahgunaan narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam percabulan dan sebagainya. “Untuk adik-adik yang hadir di sini, saya harap tidak ada yang akan terlibat dalam hal-hal tersebut,” pungkas dia.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 orang siswa-siswi, dan sebelum menuju kelas masing-masing semua siswa-siswi diberi kesempatan secara bergantian untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang di bawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.

 

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *