Penempatan Guru THL dan Tenaga Administrasi SK Gubernur Diduga Amburadul

by
Foto: Istimewa

Manado — Kepala Sekolah dan para Tenaga Harian Lepas (THL), guru bantu non ASN dan tenaga administrasi dilingkungan SMA dan SMK Dibawah Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut mengeluh akan penempatan para guru THL dan tenaga administrasi yang diduga Amburadul. Mereka menyayangkan hal itu bisa terjadi.

Menurut sumber resmi kabarmanado.com, pihak sekolah telah mengusulkan beberapa guru THL untuk diangkat, akan tetapi yang keluar hanya THL yang tidak diusulkan pihak sekolah

“Kami mengusulkan guru THL yang mengajar disekolah malahan keluar para guru THL tidak dari sekolah kami,” ujar Sumber.

Sementara menurut sumber informasi lainnya, pihaknya juga telah menyampaikan kepada Dikda Sulut, dengan mengusulkan guru THL tapi guru tersebut ditempatkan disekolah yang lain

“Kami mengusulkan guru THL ke Dikda, akan tetapi yang keluar di SK Gubernur bukan guru yang diusulkan,” kata sumber kabarmanado.com ini.

Sementara melalui salah satu guru THL Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Tumpaan Minahasa Selatan, Arice Hamis merasa kecewa karena dirinya pada tahun 2019 ini tidak keluar namanya di SK Gubernur.

“Kami ada 9 orang yang diusul dari sekolah, tetapi hanya saya yang tidak keluar di SK Gubernur pada tahu 2019 ini,” ungkapnya dengan nada sedih.

Foto: Arice Amis, salah satu guru THL yang sedang mengurus nasibnya.

Katanya, dua tahun lalu 2017 dan tahun 2018 dirinya ada kaluar SK Gubernur sebagai guru THL, akan tetapi pada tahun 2019 ini namanya tidaklah keluar.

“Saya hanya satu – satunya guru honor Bahasa Indonesia di SMKN 1 Tumpaan dan tidak ada guru PNS yang lain,” kata dia

Dijelaskannya, dirinya sudah 8 tahun mengabdi di sekolah tersebut dan baru menerima SK Guberbur pada 2017 dan 2018 lalu.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Femmy Suluh saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya akan mengecek persoalan tersebut karena BKD kata dia hanyalah memproses sesuai yang diusulkan dari Dinas Pensidikan Daerah (Dikda) Sulut.

“Saya akan berkomunikasi dengan Dikda Sulut, dan kalau memang ada THL yang sudah dapat SK Gubernur 2018 dan tidak masuk pada 2019 ini, maka akan dibahas dan dipertimbangkan kembali,” kata Suluh.

Dijelaskan Femmy, total yang diusulkan Dikda Sulut untuk guru THL dan tenaga administrasi serta keamanan yaitu hampir 6.000 orang dan karena anggarannya terbatas, maka hanya bisa merekrut 2000-an orang saja.

Sementara saat konfirmasi kepada Kadis Dikda Sulut, dr Grace Punuh melalui WatsApp hingga kini belum mendapat tanggapan.

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *