Otak Perampokan di Rumah Camat Mapanget Ternyata Mantan Polisi

by
Dari kiri ke kanan: Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kasat Reskrim Kompol Gede Wibowo Sitepu, dan para tersangka berbaju oranye. (Foto: Ishak Kusrant)

Manado – Mantan Polisi yang disersi ternyata menjadi otak pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi rumah Camat Mapanget Manado Reintje A Heydemans pada, Minggu (12/01/2019) dini hari lalu.

Dari keterangan polisi di Polresta Manado, otak perampokan di rumah Camat Mapanget merupakan mantan polisi disersi yang pernah bertugas di Polda NTT berpangkat brigadir kepala berinisial RJB alias Joni. Joni merupakan warga Sulut asal Desa Tetey, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Joni dipecat karena disersi dan melakukan penggelapan motor leasing.

Joni mengaku, sebelum melakukan perampokan salah satu kawan Joni dari 4 pelaku asal Lombok NTB mengontaknya untuk melakukan aksi curas di Manado. Setelah disepakati 4 pelaku asal Lombok itu kemudian datang ke Manado untuk melakukan aksinya. Joni kemudian mengintai sejumlah rumah yang akan dirampok bersama rekannya asal Lombok.
Dari tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP), salah satu rumah yang berhasil dirampok adalah rumah Camat Mapanget di Kompleks perumahan Griya Paniki Indah (GPI), kemudian di Kairagi.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel S.IK SH mengatakan, berdasarkan penyelidikan dan penyidikan hanya 5 hari kasus itu berhasil diungkap, dan kelima pelaku berhasil ditangkap.

Menurut mantan Kapolres Minsel itu, pengungkapan kasus ini berdasarkan kerjasama Tim Resmob yang dipimpin Kasat Reskrim Kompol Gede Wibowo Sitepu dengan Polda Sulut serta Polda NTB dan Polres Lombok Tengah.

“Kita kerja siang dan malam, hingga tidur menjelang pagi karena saya tekankan kepada anggota untuk pastikan bisa terungkap, dan inilah hasilnya. Kita bersyukur kelima 5 perampok itu berhasil ditangkap,” tegas Kapolresta didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo dan Kasat Reskrim Kompol Gede Wibowo Sitepu, Senin (21/01/2019).

Kapolresta menambahkan, saat ini pihaknya masih mengembangkan kasusnya jika kemungkinan ada laporandi tempat lain di luar Manado atau di wilayah Sulut.

Sedangkan para tersangka kita kenakan pasal 365 KUHP ayat 1 dan 2, junto pasal 55 dan 56 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Sedangkan barang bukti yang berhasil kita amankan, perhiasan, telepon seluler, dompet, tutup muka, parang, sepatu, koper, dan sepeda motor,” kata Kapolresta.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *