Mukau Ungkap Kejanggalan Personil VG P/KB Syalom Karombasan dan GYMC

by
Ketua P/KB Betani Sindulang, Pnt Raynod Mukau SE SH MH. (foto: istimewa)

Manado – Sudah lebih dari sepekan hajatan Hari Persatuan (HAPSA) dan Pekan Olahraga (POR) P/KB GMIM 2018 di Wilayah Kakas Raya telah berakhir dan sukses digelar. Meski begitu, benih-benih ketidakpuasan akibat penegakan aturan yang belum maksimal diterapkan Komisi P/KB Sinode GMIM, masih terus bergulir.

Seperti halnya disampaikan Ketua P/KB Betani Sindulang, Wilayah Manado Utara, Pnt Raynold Mukau SE SH MH. Pertama, dia menyampaikan klarifikasi atas pencemaran nama baik dari saudara Yefta Pontororing yang diduga menambahkan nilai kepada VG Betani Sindulang. “Kami sendiri tidak mengenal dengan namanya Yefta. Aneh saja kalau dia menambahkan nilai kepada grup kami. Apa tujuannya? Itu yang kami harus luruskan. Dan masalah ini kami sudah menyurat kepada Komisi P/KB Sinode untuk menyelesaikan, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar Mukau, Senin (4/6/2018) malam.

Persoalan kedua, kata mantan Ketua Pemuda Wilayah Manado Utara 1 ini, ada sikap yang tak baik untuk dicontoh yang sengaja dipertontokan VG Syalom Karombasan dan GMIM Yesus Memberkati Citraland (GYMC) yang menghalalkan segala cara demi meraih juara. “Apa itu? Yakni memasukan personil vokal grup yang jelas-jelas bukan anggota jemaat mereka,” katanya.

Ia menjelaskan khusus Syalom Karombasan, gitaris sekaligus pelatih, Sarles Malara, tidak terdaftar dalam sensus sebagai Jemaat Syalom Karombasan. “Kami sudah cek. Karena aneh, kalau dia terdaftar di Syalom Karombasan sementara istrinya di GMIM Galilea Teling. Masakan suami dan istri beda jemaat. Itu tidak mungkin. Dan kami curiga untuk menghindari mengecekan keabsahan personil VG bagi setiap jemaat sebelum naik panggung, VG Syalom Karombasan tidak melewati tempat persiapan I (pertama) tapi langsung masuk persiapan kedua dan persiapan ketiga (meditasi). Sekali lagi ini ada apa? Komisi P/KB GMIM harus mengambil sikap,” ujar Mukau lagi.

Sedangkan VG GMYC menggunakan dua penyanyi dari GMIM Galilea Teling. “Keduanyaa adalah Stefano Rolando Kusoy dan Julio Raynaldo Akpris Kusoy. Ini jelas-jelas pelanggaran fatal. Mana aturan yang sudah ditetapkan Komisi P/KB Sinode GMIM? Kasihan aturan ini digumuli cukup lama sehingga diputuskan gitaris dan penyanyi dari jemaat sendiri, tapi apa yang terjadi demi meraih juara dihalalkan berbagai cara,” bebernya.

Sehingga Mukau secara tegas meminta kepada Komisi P/KB GMIM melalui Pokja Kesenian untuk mendiskualifikasi dua VG tersebut. “Kerinduan kami, cara-cara seperti tidak boleh terjadi lagi diera pelayanan Komisi P/KB GMIM dibawa pimpinan Pnt Vicky Lumentut yang baru seumur jagung. Ini harus diselesaikan, pihak-pihak yang terlibat semisal, ada oknum personil Pokja Kesenian terlibat harus dipanggil dan diklarifikasi, sehingga ke depan ditahun pelayanan mendatang persoalan ini sudah clear dan tidak ada lagi. Setiap tahun kita hanya ribut masalah ini terus tidak ada peningkatan kualitas,” ungkap Mukau sembari menambahkan jika masalah ini tidak tuntas, pihaknya akan terus mengejar kebenaran itu.

Sikap protes ini semata-mata bukan karena VG Betani Sindulang ingin juara. “Tidak ada dibenak kami seperti itu. Karena kami ini langanan juara. Paling penting penegakan aturan dan mari berlomba dengan fair,” pungkasnya.

Apa tanggapan Ketua Pokja Kesenian, Daglan Walangitan? Ia menyampaikan, protes yang dilayangkan Ketua P/KB Betani Sindulang sah-sah saja. “Hanya saja Komisi dan Pokja berpegang pada kredensi yang dikirim masing-masing jemaat. Jika sudah dicek ke sinode yang bersangkutan bukan jemaat tersebut, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kewenangan kami hanya pada kredensi. Tidak mungkin Ketua BPMJ tanda tangan kredensi kalau hal itu tidak benar disodorkan Ketua P/KB jemaat,” katanya.

Diketahui, hasil tiga besar VG Seri A pada HAPSA 2018 kali ini adalah juara pertama VG Syalom Karombasan dengan Ketua P/KB Pnt Hengky Kawalo, disusul VG Betani Sindulang juara kedua dan GYMC tampil sebagai juara ketiga dengan Ketuanya Pnt Careig N Runtu.

Penulis: Agust Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *