Memahami Berbagai Tantangan dalam Pelayanan Anak

by
Konsultasi GSM/Pelayan anak diadakan di Jemaat Betlehem Kabaruan, mulai 04 -06 Oktober 2018.

Talaud – Gereja Masehi Injili Talaud (Germita), khususnya Komisi Pelayanan Anak Sinode menggelar kegiatan konsultasi Guru Sekolah Minggu/Pelayan Anak. Kegiatan konsultasi adalah agenda rutin tiap tahun dari Pelayanan Kategorial yang ada di Sinode Germita.

Tahun ini, Konsultasi GSM/Pelayan anak diadakan di Jemaat Betlehem Kabaruan, mulai 04 -06 Oktober 2018.

Pembukaan Konsultasi GSM/Pelayan Anak dimulai pukul 15.00 Wita dan dihadiri oleh Pemprov Sulut yang diwakili Pnt Dr Yetty Pulu selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik, juga Ketua Komisi Anak Sinode Am Gereja (SAG) Sulutteng Pnt Dr Spenerhard Makahinsade. Selanjutnya mewakili pimpinan Sinode Germita, Sekretaris II Pnt Zet Panahal Losoh, SSos dan Sekretaris Umum Pdt Richard William Sasauw selaku khadim dalam ibadah pembukaan.

Dalam khotbahnya, Richard mengungkapkan, banyak tantangan yang dihadapi dalam pelayanan anak. Ketika menghadapi tantangan, sesuai firman, nyatakanlah apa yang salah. “Harus transparan dalam pelayanan. Harus berani, sabar, jangan emosional, dan berlaku adil,” tandas dia.

Richard berpesan, jangan cepat menyerah serta jangan membeda-bedakan setiap anak. Harus mengajar, melatih, menuntun anak supaya bisa hidup sesuai firman. Memberikan pelayanan yang terbaik. “Apapun resiko, apapun tantangan harus siap memikul tanggung jawab pelayanan sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan,” ujar dia sambil mengharapkan, dengan adanya konsultasi itu kiranya menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik.

Sementara itu, dalam sambutannya, Yetty berharap, konsultasi GSM/Pelayan Anak Sinode Germita bisa meningkatkan kebersamaan sekaligus kapasitas Pelayan Anak dalam mendidik generasi penerus yang hebat, berdaya saing dan takut akan Tuhan. Gereja harus aktif dalam pengembangan spiritualitas.

Usia anak-anak, lanjut Yetty, merupakan masa yang potensial untuk belajar dan tidak boleh ditelantarkan. Oleh sebab itu tugas bersama pelayan adalah membentuk pribadi rohani anak-anak agar bertumbuh dan berkembang di dalam Kristus. “Sehingga memiliki karakter kuat, kemandirian berpikir, cerdas, inovatif dan kreatif,” papar Yetty.

Harapan Badan Pelaksana Harian Sinode Germita yang disampaikan Zet dalam sambutannya, bahwa dalam pelaksanaan Konsultasi GSM/Pelayanan Anak di tahun 2018 supaya menjadi evaluasi program selama satu tahun dan menyusun program satu tahun ke depan. “Supaya lebih baik dalam program-program berikutnya dan sukses pelaksanaannya,” ungkap Zet.

Sesi hari pertama, diisi dengan materi “Gereja Ramah Anak”, yang disampaikan Ketua Komisi Anak Sinode Am Gereja (SAG) Sulutteng Pnt Dr Spenerhard Makahinsade.

Kegiatan itu berlangsung hingga Sabtu, 6 Oktober 2018 dengan harapan akan menghasilkan rancangan-rancangan program yang terbaik. Selain itu, dengan kerjasama yang terjalin bersama SAG Sulutteng, menjadi pintu masuk Germita untuk bertukar informasi dalam perkembangan pelayanan ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Kabaruan, Kepala Desa Kabaruan Barat dan Kabaruan Timur, Ketua Komisi Pelayanan Anak Germita, Pnt Maria Lantang bersama pengurus Komisi Anak Sinode, pendeta, vikaris, dan juga guru-guru sekolah minggu se Sinode Germita.

Ada 64 Jemaat dari 128 Jemaat di Sinode Germita yang ikut dalam kegiatan ini, dengan jumlah peserta sebanyak 123 orang.

 

Penulis: Yolanda Tiara Runsude

Editor  : Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *