Lumintang: SDM Penentu Suksesnya Revolusi Industri 4.0

by

Manado – Kepala SMK Negeri 1 Manado, Drs Moodie Lumintang MPd mengatakan, untuk memajukan pendidikan saat ini perlunya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan eksternal yakni hadirnya Revolusi Industri 4.0.

“Tantangan eksternal muncul dari perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system telah mengubah peri kehidupan kita,” kata Ketua MKKS SMK Sulut ini.

Lanjut Lumintang, tatangan dunia pendidikan saat ini adalah Artificial intelligence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia. “Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut, juga kemampuan kita dalam beradaptasi dan bertindak gesit,” ungkapnya.

Dikatakan Lumintang, oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus terus-menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. “Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal. Cara-cara yang baru perlu diciptakan dan dimanfaatkan,” ungkapkannya.

Dalam penguatan SDM tersebut lanjut Moodie, selain menghadapi tantangan eksternal, ada pula tantangan internal yang harus dicari solusi.

“Tantangan internal tampak pada gejala tergesernya ketajaman akal budi dan kekukuhan mentalitas kita. Misalnya, belakangan ini kita melihat melemahnya mentalitas anak-anak kita akibat terpapar dan terdampak oleh maraknya simpul informasi dari media sosial,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan ini, Kata Moodie, sejak awal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi, selain ikhtiar mencerdaskan bangsa.

“Hal itu sejalan dengan revolusi karakter bangsa sebagai bagian dari pengejawantahan program Nawacita Presiden dan Wakil Presiden.” cetusnya.

Dijelaskannya, upaya itu makin kuat menyusul ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Isi Perpres ini mendorong gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM),” jelasnya.

Kata Moodie, Pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik jalur formal, nonformal, maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi.

“Masyarakat diberi kebebasan untuk memilih jalur pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut,” pungkasnya.

“Selamat menyongsong  Hardiknas 2019 dan Dunia Pendidikan diharapkan akan semakin maju dan hebat,” ucap Moodie.

Penulis: Zulkifli Madina
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *