LPSK Ungkap Banyak Perempuan dan Anak Menjadi Korban Belum Terdeksi

by
Sekjen Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Noor Sidharta dalam diskusi bersama para aktivis perempuan, media massa, Pemerintah Provinsi dan Manado di Kantor perwakilan DPD RI Perwakilan Sulut.

Manado – Sekjen Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Noor Sidharta dalam diskusi bersama para aktivis perempuan, media massa, Pemerintah Provinsi dan Manado di Kantor perwakilan DPD RI Sulut mengungkapkan, masih banyak korban yang tidak terdeteksi akibat tidak melapor ke kepolisian dan LPSK.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita yang sangat besar dan kejadian seperti ini seharusnya jangan dibiarkan,” ungkapnya, Rabu (15/08/2018).

Dia mengatakan, saat ini banyak kasus sodomi yang terjadi namun hanya sedikit yang melaporkan ke pihak kepolisian dan LPSK. “Memang kendala saat ini banyak orang tua yang tidak mau mengajukan untuk melapor,” ungkap dia.

Sidharta mengungkapkan, kalau ada laporan maka sudah menjadi kewajiban LPSK menindaklanjuti dan walaupun dengan dana yang terbatas, tetap akan memaksimalkan penanganan kasus ini. “Kami berhararap masyarakat khususnya tokoh agama bisa melaporkan kalau ada temuan dilapangan terkait kekerasan terhadap ibu dan anak,” jelas Sidharta.

Dia mengajak agar masyarakat bisa menghubungi nomor pengaduan di 082129681560 terkait permintaan perlindungan korban. “Kami LPSK tidak bisa bekerja sendiri dan sangat membutuhkan peran serta dan dukungan masyararakat,” kata dia.

Menurut dia, LPSK akan menangani kasus kalau ada kasus pidana yang dilaporkan ke pihak penyidikan di kepolisian. ” Kami LPSK bukanlah penyidik atau penegak hukum maka akan susah menanganinya kalau tidak ada laporan tertulis ke kepolisian dan pada kami,” ucap dia.

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulut, Jull Takaliuang mengatakan, LPA Sulut siap membantu kalau ada kekerasan terhadap ibu dan anak khususnya di Sulut. “Banyak masalah yang terjadi di sulut, tetapi dengan segala upaya telah dilakukan tetapi hasil akhirnya hanya berujung pemberhentian kasus dari pihak penegak hukum,” ungkapnya.

Lanjut Jull, ke depan LPA Sulut akan terus berjuang untuk menangani kasus seperti ini sampai pelaki terjerat hukuman.

 

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *