LBH Pers: Penyebaran Karya Jurnalistik Bukan Tindak Pidana

by
LBH Pers dan Dewan Pers Timur Leste Sepakat Bekerjasama Melawan Ancaman dan Kekerasan Terhadap Kebebasan Pers.

Jakarta — LBH Pers menyoroti putusan sela majelis hakim yang menolak eksepsi terdakwa M Reza als Epong Reza jurnalis di Aceh yang menjadi terdakwa perkara pencemaran nama baik dan berita bohong sebagaimana dalam Pasal 27 ayat 3 dan 28 ayat 1 UU ITE karena menyebarkan link berita di media sosial di Pengadilan Negeri Bireun.

Dalam Rilis yang diterima kabarmanado.com LBH Pers mengeluarkan seruan:

Pertama, terlepas dari M Reza adalah jurnalis, M Reza melakukan penyebaran karya jurnalistik dari mediarealitas.com adalah bagian dari hak kebebasan berekspresi yang di jamin oleh Konstitusi Indonesia dan UU Hak Asasi Manusia lainnya.

Kedua, yang dilakukan oleh M Reza adalah menyebarkan karya jurnalistik yang dilindungi oleh UU Pers. Sehingga ketika penyebaran link berita/karya jurnalistik dikriminalisasi, maka sesungguhnya yang sedang dikriminalisasi saat ini adalah produk jurnalistik itu sendiri. Karena dalam pokok perkara, mau tidak mau akan membahas materi dari konten informasi yg dianggap mencemarkan nama baik dan berita bohong yaitu berita yang disebarkan oleh M Reza.

Ketiga, seharusnya dalam hal keberatan terhadap karya jurnalistik, pihak keberatan menggunakan hak jawab ataupun sengketa pers terlebih dahulu.

Direktur LBH Pers Ade Wahyudin menegaskan, dengan alasan tersebut, LBH Pers menyayangkan Putusan Sela Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bireun yang memilih melanjutkan pada pokok perkara, daripada mengalihkan perkara ini untuk diselesaikan melalui sengketa pers.

Namun demikian, LBH Pers tetap menghargai putusan sela tersebut dan meminta Majelis Hakim ke depannya untuk berhati-hati dalam memeriksa perkara ini dan meminta JPU untuk menghadirkan Saksi Ahli dari Dewan Pers sebagaimana SEMA Nomor 13 tahun 2008 tentang Saksi Ahli. Dalam SEMA tersebut menyatakan “Dalam memeriksa perkara delik pers hendaknya Majelis mendengar keterangan ahli dari Dewan Pers. Sekali lagi kami sebutkan, bahwa sesungguhnya saat ini yang sedang dikriminalisasi adalah karya jurnalistik yang disebarkan oleh M Reza melalui akun media sosialnya.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *