Juru Bicara BIN Hadir di Fakultas Hukum Unsrat

by
Flora bersama para pemateri saat pelaksanaan seminar nasional di FH Unsrat.

Manado – Banyaknya kabar hoaks yang beredar, termasuk isu penculikan anak, menurut juru bicara Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, merupakan proxy war.
Hal tersebut disampaikan saat menjadi pemateri dalam seminar nasional “Memperkuat Posisi Hukum Masyarakat dalam Membela Negara Menghadapi Ancaman Militer/Non Militer yang Merongrong NKRI”. Kegitan ini dilaksanakan di Fakultas Hukum Unsrat, Senin (29/10/2018). “Saat ini terjadi proxy war yang ditandai dengan beredarnya kabar hoaks di medsos,” kata dia.
Menurutnya dia, melempar hoaks di medsos merupakan cara sejumlah pihak untuk mengacaukan stabilitas. “Sesuatu kebohongan yang terus menerus disampaikan bisa dianggap sebagai kebenaran,” kata dia.
Menurut Wawan, cara menghadapi proxy war adalah penegakkan hukum disertai pendidikan internet positif bagi masyarakat.
Pemateri lainnya Danrem 131 Santiago Brigjen Josepus Giri menyatakan, kecenderungan masyarakat untuk menyebarkan kabar hoaks di medsos membuat kabar bohong beroleh panggung dan akhirnya dianggap benar. “Sedapat mungkin kita jangan sebarkan kabar hoaks,” kata dia.
Danrem juga menyoroti soal banyaknya acara tak berkualitas seperti debat di sejumlah media televisi. Kata dia, Debat tersebut pada akhirnya memicu adu domba antar masyarakat.
Tiga pembicara lainnya yakni Kolonel Sus Bambang Widarto dari Kementerian Pertahanan, Brigjen Mamboyng dari Kemenpolhukam serta Kolonel CHK Made Kartika dari Angkatan Darat juga berbicara mengenai ancaman negatif medsos terhadap keutuhan bangsa.
Dekan Fakultas Hukum Unsrat Flora Kalalo menyatakan, seminar itu digelar menyikapi persoalan bangsa terkini. “Sesama anak bangsa terpecah karena medsos,” kata dia.
Lewat kegiatan itu, Flora berharap, generasi muda dapat menggunakan medsos secara positif sebagai sarana pemersatu bangsa.

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *