Harapan Ellen Kumaat untuk Unsrat di Tahun 2019

by
Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA.

Manado – Mengawali tahun baru 2019, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar apel perdana, Rabu (02/01/2019) silam. Dalam kesempatan itu, Rektor Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA menyampaikan sejumlah pesan dan harapannya.

“Sebagai komunitas akademik Unsrat, kita berkomitmen untuk mengisi tahun yang baru ini dengan kinerja serta performance (penampilan) yang sepatutnya lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” ujar Ellen.

Dia mengatakan, jika disimak maka perubahan besar dan mendasar terjadi hampir di semua bidang kehidupan yang dikenal dengan era disrupsi. Perubahan itu memberi peluang sekaligus tantangan kepada setiap institusi termasuk perguruan tinggi. “Kita harus melakukan pembenahan antisipatif sebelum disrupsi penata kelolaan perguruan tinggi terjadi,” tandas Ellen.

Dia mengatakan, era disrupsi dapat membawa optimisme sekaligus kekuatiran. Optimis karena kecerdasan buatan akan membuat efisiensi pekerjaan bisa ditingkatkan berlipat-ganda, namun juga kuatir karena kecerdasan buatan berpotensi mengancam eksistensi manusia dan kemanusiaan yang selama ini telah mapan.

“Bagaimana komunitas akademik Unsrat menyikapi semua itu? Saya pastikan kita harus bangun dari zona nyaman yang selama ini mungkin saja telah begitu lama menina-bobokkan kita,” katanya.

Seluruh warga Unsrat harus mampu memilah-milah dan menentukan prioritas kerja, tidak lagi terfokus pada hal-hal yang kurang bermanfaat serta destruktif bagi kemajuan perguruan tinggi.”Kita harus mampu menggunakan waktu dengan efisien, kreatif dan produktif, tidak lagi dihabiskan dengan hal-hal yang tidak bermutu dan tidak mencerminkan kecerdasan intelektual,” tegas Ellen.

Rektor juga mengingatkan agar lebih mampu menguasai diri dalam menggunakan media-media sosial yang bersifat publik, tidak lagi mengumbar hal-hal yang pada akhirnya menjadi bumerang bagi diri sendiri, keluarga serta istitusi.

“Kita akan mengantisipasi era disrupsi dengan mendiseminasikan kemampuan yang tidak dapat diajarkan oleh mesin yaitu kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, berdampingan dengan kecerdasan intelektual, skill, kewirausahaan, dan lainnya,” ujar rektor.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *