Grace Punuh Halal Bi Halal di Cabdin Dikda Bolmut

by

Bolmut – Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, dr Grace Punuh M.Kes mengadakan kunjungan kerja di Wilayah Bolmong Raya yaitu di 5 Kabupaten dan kota, diantaranya Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolaang Mongondow (Bolmong) dan kota Kotamobagu yang diawali di Kabupaten Bolmut dan Bolsel pada Rabu (19/6/2019).

Dalam kunjungan kerja di Bolmut, selain mengadakan pertemuan dengan para staf dan ASN serta Kepala Cabang Dinas Bolmut, juga menghadiri kegiatan Halal Bi Halal yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Cabang Bolmut di salah satu tempat wisata pantai.

Turut hadir rombongan Dikda Sulut yaitu Sekretaris Dikda Sulut, Semuel Daniel Vileo Dondokambey, SE, Kepala 9Bidang Pembinaan SMK, Debby Mamangkey serta Ketua MKKS SMK Sulut, Moodie Lumintang yang juga Kepala SMK Negeri 1 Manado. Dalam Halal Bi Halal dihadiri para Kepala Sekolah SMA, SMK, guru, THL dan Staf yang ada di bawah Cabang Dinas Pendidikan Bolmut.

Hikmah Halal Bi Halal yang dibawakan oleh Ustad Zainal S.Pd mengatakan, ukhuwah  (persaudaraan), menurutnya, ada tiga macam ukhuwah, yaitu ukhuwah Islamiyah  (persaudaraan umat Islam),  ukhuwah wathaniyah  (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah  (persaudaraan umat manusia). Ukhuwah basyariyah bisa juga disebut ukhuwah insaniyah.

“Pada konsep ukhuwah Islamiyah, seseorang merasa saling bersaudara satu sama lain karena sama-sama memeluk agama Islam. Umat Islam yang dimaksudkan bisa berada di belahan dunia manapun. Dalam konsep ukhuwah wathaniyah, seseorang merasa saling bersaudara satu sama lain karena merupakan bagian dari bangsa yang satu, misalnya bangsa Indonesia. Ukhuwah model ini tidak dibatasi oleh sekat-sekat primordial seperti agama, suku, jenis kelamin, dan sebagainya,” jelasnya.

Lanjut dia, adapun dalam konsep ukhuwah basyariyah, seseorang merasa saling bersaudara satu sama lain karena merupakan bagian dari umat manusia yang satu yang menyebar di berbagai penjuru dunia. Dalam konteks ini, semua umat manusia sama-sama merupakan makhluk ciptaan Tuhan. “Dengan semangat ukhuwah basyariyah, seseorang melihat orang lain terutama sebagai sesama manusia, bukan apa agamanya, sukunya, bangsanya, golongannya, identitasnya, dan baju-baju luar lainnya,” kata dia.

Menurutnya, makna halal bi halal adalah saling bermaafan di hari lebaran. Lebih tepatnya halal bi halal adalah kegiatan silaturahmi di mana diisi dengan saling maaf memaafkan selama hari raya idul fitri. 

Sementara Kepala Dikda Sulut, dr Grace Punuh MKes menyampaikan, dengan Halal bi halal mari kita saling maaf memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. “Jangan ada lagi diantara kita saling dendam dan benci marilah saling bermaafkan dan pererat talipersaudaraan,” ajaknya.

Kata Punuh, tingkatkan tali silaturahmi khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sulut.

Kacabdin Bolmut, Patra Kapiso S.Pd mengatakan, momentum Halal Bi Halal adalah kesempatan para Kepsek, guru, Staf untuk saling bermaaf-maafkan dan meningkatkan tali silaturahmi. “Setiap tahun terus dilakukan halal bi halal agar mempererat tali persaudaraan dan menjauhi perselisihan dan perpecahan,” jelasnya.

Penulis: Zulkifli Madina
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *