Gempa Sangihe, Para Siswa Dipulangkan Lebih Awal

by

Tahuna – Gempa berkekuatan 5,3 SR mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (06/11/2018), sekitar pukul 10:09:51 Wita.
Data dari BMKG menyebutkan, pusat gempa berada pada 21 km Barat Daya Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pada kedalaman 10 Km, dan dirasakan di Sangihe III-IV MMI.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Revolius Pudihang mengungkapkan, dampak gempa tersebut adalah sejumlah bangunan seperti rumah, jembatan, dan kampus Politekhnik Nusa Utara mengalami retak bagian dinding dan atap. “Karena tak ingin terjadi sesuai pada anak-anak sekolah, maka para siswa sudah kami pulangkan lebih awal dari jam belajar sekolah. Sesaat setelah gempa, para siswa kami pulangkan,” ungkap Revolius.
Revolius menambahkan, saat ini pihaknya sementara mendata kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut. “Laporan sementara yang masuk ada 3 rumah yang rusak, juga jembatan. Tapi untuk jembatan ini letaknya di kepulauan, empat jam dari ibukota Tahuna, sehingga kami perlu melakukan verifikasi ke lokasi,” ungkap Revolius.
Grace Rompas, warga pulau Tatoareng Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara ini menuturkan, goncangan gempa sangatlah terasa dan sampai jembatan penghubung sekolahnya roboh. “Saya punya jembatan penghubung ke sekolah setelah terjadi gempa ambruk semua,” kata Grace yang saat terjadi gempa sedang berada di Manado.
Grace mengatakan, laporan dari guru-guru di sekolahnya, akibat ambruknya jembatan dengan tinggi 4-5 meter tersebut, membuat para siswa dan guru harus melewati sungai dengan kaki telanjang.
Dia berharap agar pemerintah secepatnya membangun jembatan penghubung ke sekolah tersebut, sehingga para dan guru dipermudah ke sekolah.

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *