FIF Group Manado Gelar Doa Bersama untuk Warga Palu, dan Donggala

by
Foto: Doa bersama dan pemasangan lilin dari karyawan FIFGROUP Cabang Manado untuk korban gempa Palu Sulteng.

Manado — Wujud atas gempa bumi yang terjadi di kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, serta Kabupaten Sulawesi Barat pada Jumat (28/9/2018), salah satu perusahaan pembiyaan terbesar Indonesia FIFGROUP menggelar doa bersama di kantor Cabang Manado.

Kepala Cabang FIFGROUP Yohanis Batara Randa mengatakan, aksi ini dilakukan secara spontan oleh seluruh karyawan yang kebetulan sedang melakukan closing akhir bulan sebagai wujud kepedulian terhadap karyawan dan keluarganya yang berada di Sulawesi Tengah, sehingga FIFGROUP Cabang Manado melakukan penyalaan lilin dan doa bersama di depan kantor yang terletak di Jalan Sam Ratulangi Manado.

Menurut Yohanis yang juga Putra Toraja ini, sebagai Alumni Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), sempat tinggal di Sulteng sejak tahun 1994-2007 sehingga memiliki huhungan emosional dengan Bumi Tadulako Palu, untuk itu malam ini kita langsung menggelar doa bersama agar, saudara-saudara kita di Sulteng bisa selamat dari Bencana gempa.

“Ada sekitar 50 lilin yang kita pasang sebagai bentuk kepedulian karyawan FIFGROUP Manado terhadap bencana yang dialami saudara-saudara di Palu, selain menyalakan lilin kami berdoa menurut agama masing-masing, dan aksi ini diikuti oleh 40 karyawan lapangan”, Terang Yohanis Batara, Jumat (28/9/2018) malam.

Yohanis berharap, semoga peristiwa ini bisa cepat berakhir agar saudara-saudara yang mengalami gempa bisa di pulihkan dan segera mendapat pertolongan dan bantuan dari pemerintah setempat.

Sebelumnya Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 7,7 yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi magnitudo 7,4 telah mengguncang wilayah kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB. Pusat gempa pada 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa bumi berpotensi tsunami. BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 – 3 meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat. BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami sejak pukul 18.36 WIB.

Penulis: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *