Fakta Menarik dari Ricky Nelson Pelatih Baru Sulut United

by
Ricky Nelson Pelatih Baru Sulut United.
(Foto: Istimewa)

Manado – Setelah Herkis resmi mengundurkan diri sebagai Head Coach Tim Sulut United, manajemen kemudian bergerak cepat untuk mencari pengganti Herkis tersebut. Kini pihak manajemen Sulut United menunjuk Ricky Nelson mantan pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC) yang pada tahun 2017 mampu membawa Tim tersebut pada Piala Presiden dan menjadi Juara Grup 4 menyingkirkan Madura United di perempat final, hingga mengandaskan juara bertahan Persib Bandung di semifinal. “Menindaklanjuti pengunduran diri tersebut, manajemen telah berusaha untuk bergerak cepat mencari pengganti Coach Herry Kiswanto, dan telah menunjuk pelatih muda penuh potensi Ricky Nelson yang pernah mengantarkan Borneo FC  Runner Up Piala Presiden 2017,” ucap Sekretaris manajemen Sulut United Muhammad Ali Ridho Selasa (10/9/2019).

Namun mungkin banyak orang tidak mengetahui tentang Ricky Nelson pelatih yang ditunjuk manajemen untuk menggantikan Coach Herry Kiswanto yang ditinggal Sulut United disisah musim Kompetisi Liga 2 Indonesia yang masih menyisihkan enam pertandingan lagi.

Dari data yang dikumpulkan KabarManado.com Ricky Nelson merupakan mantan pelatih Pusamania Borneo FC (PBFC) yang pada tahun 2017 mampu membawa Tim tersebut pada Piala Presiden dan menjadi Juara Grup 4 menyingkirkan Madura United di perempat final, hingga mengandaskan juara bertahan Persib Bandung di semifinal.

Dilansir dari TopSkor.id Ricky Nelson merupakan pelatih muda yang dianggap jeli dalam mengatur taktik dan strategi pamain di lapangan.

Herry Kiswanto, Official dan Manajemen Sulut United saat bersama Tim PS Wartawan Sulut, Usai Laga Persahabatan di Stadion Klabat.

Berikut fakta menarik dari Ricky Nelson pelatih yang akan menggawaki Sulut United di Liga 2 Indonesia:

Ricky Nelson lahir di Kupang, 25 Juli 1980. Sebelum menjadi pelatih PBFC di Piala Presiden 2017, ia pernah menangani klub Divisi Utama, Villa 2000. Sekarang jabatannya di PBFC sejatinya adalah Direktur Tim Junior PBFC. Ricky Nelson juga sempat tercatat masuk ke dalam staf Direktur Teknik PSSI di bawah tanggung jawab Danurwindo.

Sebelum menekuni dunia kepelatihan, Ricky Nelson pernah menjadi agen pemain asing yang bekerja untuk Indo Bola Mandiri. Salah satu pemain yang pernah dibawanya adalah Mustafic Fahrudin, pemain asal Singapura, yang pada 2009 dibawa ke Persija Jakarta. Selain itu ada M Ridhuan hingga Noh Alam Shah di Arema Indonesia, juga pada 2009.

Salah satu yang menonjol dari penampilan Ricky Nelson adalah selalu memakai jas ketika mendampingi timnya bertanding. Kebiasaan itu selalu dilakukannya sejak masih menangani tim Divisi Utama Villa 2000, bahkan di klub junior sebelumnya. Tanpa mempedulikan cuaca panas terik, Ricky Nelson tetap memakai jas. Hal itu dilakukannya karena ingin menghargai profesi sebagai pelatih.

Sebagai penggiat sepak bola usia muda, Ricky Nelson merupakan pendiri Serpong City Soccer Scholl (SCSS). Peluncuran SCSS itu dilakukan pada 16 Desember 2012. SCSS mengusung motto: Better Skill, Better Football. Usia pemain yang dididik di SCSS beragam antara 5 tahun hingga 12 tahun.

Inilah yang menjadi daya dari manajemen Sulut United untuk menggantikan Herkis Sebagai Head Coach Sulut United kedepan. Apakah Sulut United bisa bangkit kembali dan bertahan di Liga 2 Indonesia, atau sebaliknya? Kita tunggu ramuan pelatih baru Ricky Nelson untuk Sulut United menghadapi Martapura, PSBS Biak, PSIM Yogjakarta, Persik Kediri, Persis Solo dan Persewar Waropen.

Penulis: Ishak Kusrant
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *