Evakuasi Korban Gempa Lombok, 259 Orang Meninggal Dunia

by
Kondisi sejumlah kawasan di Lombok setelah diguncang gempa bumi.

Lombok – Penanganan darurat dampak gempa 7 SR di wilayah Lombok masih terus dilakukan dengan intensif. Evakuasi korban yang masih diduga tertimbun material bangunan roboh masih dilakukan. Pelayanan kebutuhan dasar bagi pengungsi dengan mendistribusikan logistic juga makin diintensifkan ke banyak daerah yang terdampak.

“Rapat untuk membahas kesamaan data korban dan mekanisme pelaporan telah dilakukan di Posko Utama Kecamatan Tanjung Lombok Utama antara BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian dan Lembaga serta Pemda,” ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Jumat (10/08/2018).

Dalam pertemuan itu juga disepakati bahwa data resmi adalah dari Posko Utama yang selanjutnya BNPB yang menyampaikan ke luar kepada masyarakat dan media sebagai data resmi.

Sutopo mengungkapkan, hingga, Kamis (09/08/2018) pukul 17.00 WIB atau (H+4), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa 7 SR yang mengguncang NTB dan Bali adalah 259 orang. Rinciannya, korban meninggal dunia dimana terdapat di Kabupaten Lombok Utara 212 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 6, Lombok Tengah2 orang dan Kota Denpasar 2 orang. “Data ini masih akan terus bertambah mengingat Tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih diidentifikasi, diduga korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang belum dievakuasi,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Sutopo, adanya laporan dari aparat daerah yang memetakan adanya korban meninggal di daerah sebelumnya dan sudah dimakamkan. ”Tetapi belum di data dan dilaporkan ke Posko sehingga data korban meninggal dunia akan bertambah,” ujar Sutopo.

Datadari BNPB juga mengungkapkan, sebanyak 1.033 orang luka berat dan masih dirawat inap di rumah sakit dan puskesmas. Pengungsi sebanyak 270.168 orang yang tersebar di banyak tempat. Jumlah pengungsi ini juga sementara karena belum semua pengungsi terdata baik. Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. “Angka ini juga sementara,” ujar Sutopo.

Sementara itu ribuan personil dikerahkan untuk penanganan dampak gempa. Untuk evakuasi dikerahkan 21 alat berat yang terdiri dari escavator, dozer, dump truk, loader, trailer, dan mobile crane. Alat berat akan terus ditambah dari wilayah sekitar dan pihak swasta. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, ESDM dan relawan melanjutkan proses pencarian korban.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *