Ellen Kumaat Dorong Peningkatan Bisnis dan Industri Peternakan

by
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE membuka Seminar Nasional Perkumpulan Ilmuan Sosial Ekonomi Peternakan Seluruh Indonesia (Persepsi) III bersama Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA dan ketua Persepsi pusat, Budi Guntoro.

Manado – Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE membuka Seminar Nasional Perkumpulan Ilmuan Sosial Ekonomi Peternakan Seluruh Indonesia (Persepsi) III bersama Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA dan ketua Persepsi pusat, Budi Guntoro.

Kegiatan yang dipusatkan di Graha Gubernur Bumi Beringin, Kamis (6/9/2018) tersebut, dihadiri 208 peserta dari 16 universitas di Indonesia.

Olly sambutannya mengatakan, kegiatan itu sangatlah baik dalam strategis dalam kebijakan pengembangan bisnis peternakan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.

Lanjut gubernur, dalam memajukan suatu daerah biasanya daerah itu mulai dari pertanian, peternakan dan ada industrinya. “Sulawesi Utara belum menjadi salah satu pengekspor hasil peternakan, tetapi dengan adanya seminar nasional ini, pemerintah mensuport  dan mendorong dalam meningkatkan kegiatan – kegiatan peternakan yang ada di Sulawesi Utara berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Budi Guntoro dalam sambutannya menerangkan, ada tiga isu yang berkembang yang menjadi tantangan saat ini yaitu era industri for poin sero, isu global serta perkembangan nasional di bidang perternakan. “Sadar maupun tidak kita sudah masuk pada era teknologi yang mengharuskan kita bisa beradaptasi,” jelasnya.

Kata dia, sejalan dengan itu isu Asian community, ilmu perteranakan harus diharmonisasikan di Asean, karena menurutnya Indonesia memiliki keunggulan dalam kurikulum seperti itu.

Tambahnya, kurikulum seperti itu dapat menjadi roll model di asean dan perternakan nasional menuntut Indonesia meningkatkan kebutuhan hewani.

Kumaat dalam sambutannya mengatakan,  peternakan merupakan sektor penting karena berperan sebagai prime mover bagi kehidupan sebagian besar penduduk pedesaan di Indonesia. “Berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan bisnis dan industri peternakan sangat dibutuhkan dalam percepatan pembangunan peternakan,” jelasnya.

Kumaat menambahkan, kebijakan lain juga sangat urgen adalah regulasi dan penguatan kelembagaan dan permasalahan tersebut merupakan tantangan bagi para ilmuwan bidang peternakan khususnya yang terhimpun dalam Persepsi. “Menunjang pembangunan peternakan yang berkelanjutan ini sejalan dengan Program Nawacita, di antaranya mendukung kedaulatan pangan, mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional,” kata dia.

Rektor berharap, pelaksanaan seminar nasional itu dapat memberikan pemahaman bersama untuk menyatukan persepsi dalam bingkai sinergitas antara akademisi dan pelaku ekonomi daerah dan pusat dalam menjaga kedaulatan pangan bersama dengan indikator kerja, kerja dan kerja.

 

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *