Dinilai Tendensius, Kuasa Hukum Kepala SMAN 7 Manado Somasi Media Online

by

Manado – Advokaf Chandra Paputungan, SH pada CHANDRA & PARTNERS Law Office selaku kuasa hukum dari Grace Lowing (Kepala Sekolah SMU Negeri 7 Manado) menyampaikan keberatan dan teguran terkait pemberitaan media online mejahijau.com dalam artikel yang berjudul “Polisi Jemput Paksa Oknum Kepsek SMU Negeri 7 Manado”, yang dirilis pada Rabu, 10 Juli 2019, pk 12:25:00 wita.

“Artikel yang memberitakan penjemputan paksa terhadap klien kami Grace Lowing (Kepala Sekolah SMU Negeri 7 Manado) di kantor SMU Negeri 7 Manado, Selasa (9/7/2019) tersebut, baik judul maupun kontennya diduga keras cenderung tendensius terutama dalam hal objektifikasi fakta di lapangan saat itu,” kata Chandra Paputungan Rabu (10/7/2019).

Candra Paputungan SH Kuasa Hukum Kepala SMA Negeri 7 Manado. (Foto: Istimewa).

Menurut dia, sikap media online tersebut jelas melanggar UU Pers No.40 tahun 1999 pasal 6 ayat (b) yang menyatakan bahwa pers nasional melaksanakan peranannya dalam mendorong terwujudnya supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia dan Berita yang dirilis media itu, alih-alih mengabarkan fakta di lapangan, justru menitikberatkan pada soal penjemputan paksa. “Objektifikasi yang dilakukan media itu diduga mengkerdilkan bahkan menghina klien kami yang notabene adalah seorang Guru, padahal fakta di lapangan saat itu, klien kami Grace Lowing  jelas tidak dijemput secara paksa karena bersedia menghadiri panggilan tanpa ada paksaan,” tegas dia.

Dia menjelaskan, Rilis berita media tersebut menunjukkan dengan tegas bahwa media itu melanggar kode etik jurnalistik Dewan Pers Indonesia dengan beritikad buruk (melanggar pasal 1), mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi (melanggar pasal 3), membuat berita bohong, fitnah (melanggar pasal 4).

Kata Chandra Paputungan, dengan melalui surat tersebut, mereka akan menuntut:

1.Media tersebut memberikan hak jawab secara menyeluruh atas pemberitaan yang Tercantum di dalam surat somasi ini:

2.Melakukan permintaan maaf terbuka dan merilis klarifikasi kepada narasumber;

3.Dewan Pers menindak tegas media online yang tidak menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan amanat UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan pelaksanaan kode etik jurnalistik dengan surat teguran dan pengawasan;

4.Meminta komitmen media tersebut untuk berpihak pada keberimbangan pemberitaan termasuk penegakkan hukum berdasarkan keadilan

Demikian surat somasi ini kami layangkan dan ditembuskan kepada Dewan Pers.

Penulis: Zulkifli Madina
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *