DBD Mengancam Sulut di Awal Tahun 2019

by
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, dr Debbie Kalalo, Selasa (8/1/2019) mengakui paling tinggi terjadi kasus DBD yaitu tahun 2018.

Manado – Sulawesi Utara pada beberapa tahun ini mengalami peningkatan terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ini juga disebabkan akibat lemahnya pencegahan dan pemberantasan dari pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, dr Debbie Kalalo, Selasa (8/1/2019) mengakui paling tinggi terjadi kasus DBD yaitu tahun 2018.

“Memang pada tahun 2018 lalu, kasus DBD mencapai 1.713 kasus,” ungkap dia.

Dari jumlah itu ada sebanyak 24 orang yang meninggal, paling banyak Kabupaten Minahasa 9 kasus disusul Kota Manado 4 kasus, serta kabupaten dan kota lainnya.

Kata Kalalo, untuk tahun 2019 hingga awal Januari 2019 ini sudah ada 3 orang yang meninggal dunia akibat DBD.

“Memang tren kasus DBD yang meningkat di Sulut ini diakibatkan oleh pasien belum mengetahui gejala-gejala DBD,” jelasnya.

Kalalo mengatakan, yang meninggal akibat masyarakat yang terlambat membawa pasien ke fasilitas kesehatan atau ke rumah sakit dan mereka belum mengetahui gejala DBD.

Dia menuturkan, upaya pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan yaitu telah mengirim surat kewaspadaan dini DBD kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota tertanggal 25 September 2018 dan memberi peringatan kepada tim gerak cepat kabupaten/kota terkait.

“Peningkatan DBD yang terdeteksi melalui laporan sistem kewaspadaan dini dan respon mulai akhir bulan Oktober lalu,” kata dia.

Kata dia, mereka terus melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk pencegahan dan penanggulangan DBD.

“Kami juga melaksanakan penyuluh dan sosialisasi kepada masyarakat,” bebernya sambil menambahkan, dalam pencegahan DBD yang terpenting adalah bantuan dan peran dari masyarakat.

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *