Cerita Flora Kalalo Saat Masih Jadi Aktivis PMKRI

by
Flora saat memberikan sambutan mewakili Anggota Penyatu PMKRI. (Foto: Yoseph E Ikanubun)

Manado – Mungkin tak banyak pihak yang tahu bahwa di masa kuliah dulu, Dekan Fakultas Hukum (FH) Unsrat, Dr Flora Pricila Kalalo SH MH adalah seorang aktivis mahasiswa.

Dinamika, perbedaan pendapat, bahkan konflik dalam berorganisasi bagi Flora, adalah berbagai hal yang justru membuatnya berlatih untuk menjadi lebih baik.

“Bukan ormas itu kalau tidak babakale (berkelahi),” ujar Flora saat memberikan sambutan pada kegiatan Seminar Kebangsaan “Indonesia Rumah Kita” yang digagas oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado, Jumat (12/10/2018), di aula Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat.

Flora didaulat untuk memberikan sambutan mewakili Anggota Penyatu PMKRI atau yang lebih sering disebut sebagai alumni. Tak berlebihan jika Flora yang dipercayakan tampil sore itu, pasalnya dia adalah aktivis PMKRI dan pernah menjabat Sekjend DPC PMKRI Cabang Manado tahun 1992. “Saat itu saya juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa Katolik atau KMK Fakultas Hukum Unsrat,” ujar Flora mengenang kembali masa-masa sebagai aktivis.

Dia mengaku, masa-masa sebagai aktivis itulah banyak merasakan bagaimana ditempa mental dan intelektualitas, serta harus mampu menghadapi berbagai kondisi yang ada. “Ada satu pengalaman yang tak terlupakan saat Kongres Nasional PMKRI di Bandung,” kenang Flora.

Flora mengisahkan, ketika itu dia hadir sebagai delegasi PMKRI Cabang Manado dengan membawa rekomendasi dari Pastor Moderator PMKRI. Sementara dr Elly Lasut, juga hadir sebagai delegasi PMKRI Cabang Manado dengan membawa rekomendasi dari DPC. Dinamika yang berkembang saat itu, menurut Flora, menyebabkan dia akhirnya harus walk out  dan meninggakan arena kongres. “Saya pergi ke senior saya Cornelis Tangkere yang saat itu lagi studi S2 di Bandung,” tutur Flora sambil menambahkan yang terpilih dalam Kongres dan MPA saat itu kalau tidak salah Cyrilus Kerong.

Terkait pelaksanaan seminar kebangsaan itu, Flora meemberikan apresiasi untuk PMKRI Cabang Manado. “Ini kegiatan yang menarik, dan penting untuk merawat kehidupan kebangsaan yang majemuk,” ujar dia.

Flora mengatakan, saat ini banyak wajah baru di PMKRI, sementara dia sudah lama tidak aktif. “Tapi saya bangga dengan apa yang dibuat hari ini. Bangga dengan Indonesia sebagai rumah kita yang paling nyaman, meski ada konflik juga yang terjadi,” ujar Flora.

Pembicara yang hadir dalam seminar itu adalah Denni Pinontoan (dosen UKIT/budayawan), Pdt Ruth Wangkai (teolog feminis), Valentino Lumowa (dosen Unika De La Salle Manado), Pastor Amri Wuritimur (Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Pineleng), Juventus Prima Yoris Kago (Ketua Presidium PP PMKRI), dan Taufik Pasiak  dari unsur cendekiawan Muslim.

 

Penulis: Yoseph E Ikanubun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *