Bangunan Sekolah Rusak, SMA Kasih Ibu Manado Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

by

Manado – Sangat disayangkan, hingga saat ini masih ada juga sekolah yang sudah rusak parah yakni SMA Kasih Ibu Manado. Kerusakan sekokah ini terlihat saat Sidak dilakukan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut yakni Kepala Bidang Pembinaan SMK Debby Mamangkey pada Selasa (6/8/2019) lalu. “Memang sekolah ini sudah banyak bangunannya yang rusak, termasuk 2 ruangan kelas di lantai 2 yang terbuat dari kayu sudah tidak terpakai sama sekali karena rusak parah, dan tiang penyangga sudah retak,” kata Janeni Lahipe SPd salah satu Guru di sekolah tersebut.

Kata Lahipe, sekolah ini dibangun sejak tahun 1971, namun tahun lalu tidak ada perbaikan yang sangat signifikan dilakukan hingga saat ini. “Selain tidak ada perbaikan oleh pihak yayasan kami juga tidak dapat bantuan dari Pemerintah,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini siswa di sekokah hanya 18 siswa yakni Kelas 10 ada 2 siswa, Kelas 11 ada 2 Siswa dan Kelas 12 ada 14 siswa dan hanya satu jurusan yaitu Jurusan keahlian bisnis dan manajemen. “Memang sekolah ini dulunya banyak siswa tetapi saat ini siswanya sudah sedikit dan yang terdata di Dapodik hanya beberapa siswa saja” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK Debby Mamangkey saat sidak mengungkapkan, dirinya turut prihatin akan sekolah tersebut karena selain sudah tua juga telah banyak yang rusak. “Kami prihatin pihak yayasan dan Kepala Sekolah tidak ada terobosan untuk membangun kembali sekolah ini,” kata Mamangkey.

Lanjut Mamangkey, dengan makin habisnya siswa yang ada di sekolah ini, maka tahun depan 2020 Dinas akan mencabut ijinnya dan siswa yang duduk dikelas 12 diberikan waktu untuk ujian nasional pada tahun 2020 sampai mereka lulus dan sisanya kelas 10 dan 11 diharapkan untuk bisa pindah ke sekolah lain.

SMK Kasih Ibu di bawah Yayasan pendidikan kasih ibu yang berada di Jalan Hasanudin, kelurahan Bitung Karang Ria, kecamatan Tuminting kota Manado.

Editor: Ishak Kusrant
Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *