Balai TNB Gandeng LIPI Bentuk Cagar Biosfer di Sulut

by

Manado – Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) Manado bekerjasama dengan pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan membentuk Cagar Biosfer di Sulawesi Utara.

Menurut  Prof.Purwanto dari LIPI dalam rapat bersama Kamis (11/4/2049) kemarin, saat ini Indonesia merupakan negara dengan kekayaan flora dan fauna yang sangat melimpah. Oleh karena itu kata dia, tidak heran bila kemudian Indonesia disebut sebagai negara dengan megabiodiversitas dunia.

Katanya, sangat disayangkan, predikat tersebut bisa hilang jika Indonesia tidak mampu untuk melestarikan lingkungan dan alamnya dari perusakan dan eksploitasi berlebihan. Dan salah satu langkah yang dilakukan untuk mencegah perusakan tersebut adalah dengan memasukkan wilayah-wilayah konservasi penting ke dalam program Cagar biosfer atau yang juga dikenal sebagai Biosphere Reserves.

“Cagar biosfer merupakan suatu kawasan ekosistem yang keberadaannya diakui dunia internasional sebagai bagian dari program Man and Biosphere (MAB), Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, UNESCO),” jelasnya.

Lanjut dia, Program ini ditujukan untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan, dengan melibatkan peran serta masyarakat lokal berdasarkan ilmu pengetahuan.

“Sampai saat ini Indonesia telah memiliki 14 Cagar Biosfer yang diakui oleh UNESCO dan juga disebut sebagai Taman Nasional,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Cagar Biosfer sudah saatnya ada di Sulawesi Utara. Kata dia, dengan adanya cagar biosfer bisa membantu program pemerintah Sulut yaitu pengembangan pariwisata.

“Cagar Biosfer akan menyatukan BalaiTaman Nasional Bunaken, Cagar alam tangkoko dan lainnya dengan tidak merubah fungsi itu sendiri sesuai tata ruang yang berlaku disini serta tetap memegang teguh aturan masing – masing wilayah,” katanya lagi.

Dalam adaya cagar biosfer masyarakat juga terbantukan, karea masyarakat lokal akan dilibatkan dalam menjaga dan melestarikan wilayah ini,” kata dia.

Sementara Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Dr Farianna Prabandasari menyampaikan, dengan adanya cagar biosfer nanti, paket wisata akan lebih baik, dimana para wisatawan bisa menikmati indahnya tempat wisata ini yang akan diperbaiki dan dilengkapi fasilitasnya dengan tetap menjaga kelestariannya. “Paket wisata akan dibuka ditempat wisata alam ini, yang akan berdampak dari peningkatan perekonomian di Sulawesi Utara,” jelasnya.

Menurut dia, Cagar biosfer akan dikelola semua pihak yang akan terkait baik Pemerintah Daerah, maupun masyarakat setempat.

“Semoga juga daerah lain bisa mengembangkan potensi pariwisatanya baik danau tondano di Minahasa, gunung bawah laut di Sangihe dan didaerah yang lain yang memiliki potensinya,” harapnya.

Kata dia, janganlah bunaken menjadi tujuan awal dari perjalanan wisata, mari kembangkan potensi wisata didaerah masing – masing.

Hadir dalam pertemuan pertama dalam pembahasan tersebut yaitu Dinas Lingkungan Hidup Sulut, Dinas Kehutanan Sulut, Unsrat Manado, BKSDA Sulut, BPDASHL Tondano, Polairud Polda Sulut, Bapelitbang Manado dan Balai Taman Nasional Bunaken.

Penulis: Zulkifli Madina
Editor: Ishak Kusrant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *