Atraksi Wisata ‘Watching Yaki’ di Manado Tua

by
Macaca nigra. (foto: zooportraits.com)

Manado – Pulau Manado Tua terbukti menyimpan sejuta potensi yang dapat dikemas menjadi sebuah daya tarik wisata bagi wisatawan.

Hal ini terungkap dari hasil eksplorasi tim Dinas Pariwisata Manado dan Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STIEPAR) Manado untuk mendesain Manado Tua sebagai destinasi wisata baru.

Menariknya, sebuah keunikan dijumpai di pulau tersebut yakni atraksi melihat yaki. Yaki atau monyet atau monyet hitam Sulawesi (Macaca Nigra) adalah satwa endemik Indonesia yang hanya terdapat daerah Sulawesi bagian Utara dan beberapa pulau di sekitarnya. Termasuk di Pulau Manado Tua.

Ciri yang khas dari yaki adalah warna seluruh tubuhnya yang hitam dan memiliki rambut berbentuk jambul di atas kepalanya, serta memiliki pantat berwarna merah jambu.

Konon asal muasal yaki di Pulau Manado Tua yakni disalah satu pantai yang kemudian dinamakan ‘Apeng Waha’ (artinya pantai Yaki). Dikisahkan, pantai yang terletak disebelah barat Pulau Manado Tua terdampar yaki dari laut lepas di atas sebuah dahan pohon dan kemudian berkembang biaklah yaki di Pulau Manado Tua hingga saat ini.

Tokoh masyarakat Pulau Manado Tua, Rolly Kakomore, menceritakan bahwa populasi yaki saat ini sangat banyak dan terus bertambah yang diperkirakan mencapai angka ribuan. “Karena hewan endemik ini sudah dilindungi pemerintah berdasarkan Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 7 Tahun 1999,” ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Rolly pun mengajak masyarakat di Pulau Manado Tua untuk menjaga kelestarian satwa unik ini. “Jumlahnya tidak bisa diprediksi. Yang pasti masih pada angka ribuan ekor yaki. Kalau ingin melihat yaki, wisatawan perlu mendaki puncak Gunung Manado Tua pada siang hari kemudian menunggu sampai sore menjelang yaki akan naik ke pohon untuk tidur,” bebernya.

Ada baiknya kata dia, wisatawan lebih bagus ber-camping di puncak Manado Tua sembari menunggu yaki akan turun mencari makan pada pagi hari. “Pada saat seperti itu kita bisa melihat ratusan ekor yaki yang bergelantungan di pohon pohon besar, bahkan bisa-bisa pohon tersebut akan nampak berwarna hitam karena dipenuhi oleh ratusan ekor yaki itu,” kata Rolly lagi.

Ini sebuah atraksi petualangan yang sangat unik yang dapat dinikmati di alam hutan belantara Pulau Manado Tua menjadi atraksi yang menarik untuk dinikmati oleh wisatawan. “Yaki adalah monyet istimewa karena mereka hanya hidup secara liar di Sulut dan tidak di tempat lain. Yaki punya peran penting dalam ekosistem karena yaki memakan lebih dari ratusan jenis buah-buahan atau tumbuhan di hutan kemudian menyebarkan biji-bijinya dimana saja di hutan kemudian bertumbuhlah pohon pohon baru,” katanya.

Dan yaki adalah penjaga hutan agar tetap terjaga lestari bisa menyediakan sumber air, menjaga udara yang bersih dan tanah yang subur. Watching yaki atraction di Manado Tua.

Penulis: Drevy Malalantang
Editor: Agust Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *