5 WNA Filipina Terdampar di Talaud Dideportasi

by
WN Filipina yang akan dideportasi, Rabu (7/3/2018). (foto: kanwil kemenkumham sulut)

Manado – Rudenim Manado kembali mendeportasi 5 laki-laki Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina, Rabu (7/3/2018). Adalah Norma Keraman, Renante Dela Cruz, Roche Dela Cruz, Geronimo Dela Cruz dan Johnmark Golo.

Mereka merupakan korban terjangan badai hingga kapalnya rusak, kemudian terdampar di Desa Batumbalago, Kecamatan Essang Selatan, Kabupaten Talaud pada 15 Desember 2017 yang lalu.

“Sebenarnya mereka berjumlah 11 orang tapi 6 diantaranya termasuk 2 anak nelayan di bawah umur, telah dideportasi ke Manila via Bandara Soekarno Hatta, 14 Februari 2018 lalu bersama 9 deportan Filipina lainnya dari Kanim Ambon,” ujar Kepala Divisi Keimigrasian Sulawesi Utara, Dodi Karnida, Selasa (6/3/2018).

Ia menyebutkan WNA Filipina tersebut akan diberangkatkan dari Bandara Sam Ratulangi Manado pukul.14.50 WITA ke Bandara Soekaro Hatta untuk ganti pesawat dengan Cebu Pacific Airlines pada pukul 00.45 WIB sehingga tiba di Bandara Ninoy Aquino International Terminal 3 di Pasay City, Kamis, 8 Maret pukul.05.55 waktu setempat.

“Tanggal pendeportasian mereka memang berbeda jauh dari kelompoknya yang pertama, hal ini karena memang ketersediaan kursi pesawat dan juga disesuaikan dengan jadwal kegiatan petugas pengawal,” ujar Dodi.

Dengan pendeportasian ini, maka WN Filipina yang tersisa di Rudenim Manado saat ini ialah 1 orang limpahan dari Rudenim Kupang dan 3 orang dari Kanim Tahuna pada 3 Februari lalu yaitu Soro Fernandez Malatabon Jr (41), Richard Fernandez Alcasid (40) dan Antonio Reyes Rica (48).

Sementara itu, nasib WN Filipina yang terdampar 13 hari yang diselamatkan di perairan Sulawesi, 15 Februari lalu oleh nelayan Pelabuhan Tumumpa, Manado, dan saat ini diamankan di Kanim Manado, nasibnya sudah mulai jelas.

“Konsulat Jenderal Filipina telah mengirim surat dan diterima Kakanim Manado Friece Sumolang yang isinya menyatakan bahwa berdasarkan penelusuran pemerintah Filipina, WN Filipina itu ialah Abdulsani Hatipani Hadji Usman pemegang paspor nomor E05413315 yang dikeluarkan Department of Foreign Affair (DFA/Kementerian Luar Negeri) Kantor Konsuler di Zamboanga-Filipina Selatan,” paparnya.

Saat ini, Kanim Manado masih menunggu pengiriman dokumen dan tiket untuk pendeportasiannya ke Manila via Bandara Soekarno Hatta. Setelah pendeportasian 5 WN Filipina dari Rudenim itu, total saat ini WN Filipina yang telah dideportasi Keimigrasian Sulut hingga Maret 2018 ini berjumlah 18 orang,” kata Dodi.

Penulis: Agust Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *