40 Negara Kampanye Melawan Perdagangan Hiu dan Sampah Plastik

by

Manado – Kota Manado menjadi tuan rumah Festival Celebrate the Sea ke-13 dihadiri para tokoh internasional dan fotografer bawah air dari 40 Negara yang berlangsung 31 Maret hingga 5 April 2018 mendatang.
Mr Michael Aw sebagai penggagas kegiatan tersebut mengungkapkan, misi dari kegiatan itu adalah untuk perlindungan hiu serta pelarangan aneka produk dari hiu dan kampanye tidak menggunakan produk plastik sekali pakai di Sulawesi Utara. “Sejumlah mata acara bertema penyelamatan laut bakal digelar selama festival ini. Misalnya, Kompetisi Fotografi Bawah Air CTS International pada 1-3 April. Lokasinya di Pulau Bangka, Manado dan Pulau Lembeh. Total hadiahnya, 35 ribu dolar AS,” ujarnya.
Dia mengatakan, pemenang utama lomba fotografi berhak atas hadiah 5.000 dollar AS. Sedangkan hadiah untuk pemenang tiap kategori berhak atas 2.000 dollar AS. “Dalam festival ini juga akan ditayangkan dokumenter berjudul ‘A Plastic Ocean’ (Lautan Plastik) karya Craig Lesson; penulis, sutradara sekaligus produsernya.
Ada pula musikalisasi ‘Song for the Ocean’ oleh Kristin Hoffman yang akan dibawakan Unima Choir,” jelasnya.
Lanjut dia, juga ada kompetisi seni anak-anak bertema konservasi yang melibatkan sedikitnya 75 orang anak dari delapan negara, yakni Indonesia, AS, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Bangladesh, Sri Lanka dan Filipina. Kompetisi ini membawa pesan agar orang-orang tak memakai produk plastik sekali pakai. “Sedangkan konferensi konservasi laut dan fotografi bawah air yang menghadirkan pembicara internasional akan dipusatkan di Atrium Megamall dan Mercure Manado Tateli Beach Resort,” ungkap dia.
Sekretaris Panitia Angelique Batuna mengatakan, Misi Festival Celebrate the Sea ke-13 adalah untuk menginspirasi pelarangan baik atas penggunaan produk plastik sekali pakai dan produk sirip hiu di Manado. Dengan menghadiri festival ini, partisipan secara aktif menjadi bagian dari solusi, berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup maritim.
Angelique mengatakan, festival di Manado itu akan merayakan kemegahan dan kekayaan dari keanekaragaman lingkungan hidup kelautan di Taman Laut Bunaken, Pulau Bangka, dan Selat Lembeh.

Di balik itu, kata dia, bagaimana menjaga, mengenal ancaman terbesar oleh perubahan iklim dan polusi, khususnya di daerah segitiga koral yang tersembunyi ini. “Pendiri masa lalu di Celebrate the Sea mencakup beberapa tokoh terkemuka di dunia dalam pencitraan dan ilmu pengetahuan di bawah air, diantaranya Stan Waterman, David Doubilet, Jennifer Hayes, Ron & Valerie Taylor, Dr Sylvia Earle, Dr. Phil Nyutten, Howard dan Michele Hall, Peter Scoones, Dr Gerry Allen, Emory Kristof, Michael AW,” ungkapnya.
Kata batuna, Misi Merayakan Festival Laut ke-13 adalah menggunakan kekuatan gambar untuk menginspesasi konservasi dan perlindungan lingkungan laut.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Daniel Mewengkang mengatakan, Festival 2018 akan digunakan sebagai platform untuk menyerukan larangan penyeludupan ikan hiu dengan mengambil sirip ikan hiu dan larangan penggunaan kantong plastik. “Kami akan bekerjasama dengan instansi terkait dan pihak kepolisian bersama – sama melakukan pengawasan penyeludupan hiu di daerah ini,” katanya.
Dia mengatakan, khusus untuk kantong pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait untuk bersama – sama melakukan penghentian kembali pemakaian kantong plastik di Masyarakat.

Penulis: Zulkifli Madina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *