35 Ribu Pekerja Sosial Lintas Agama Diganjar BPJS Ketenagakerjaan

by
Pemberian perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan Sulut buat pekerja sosial lintas agama di Sulut. (foto: linda/kabarmanado)

Manado – Sebanyak 35 ribu pekerja sosial lintas agama di Sulawesi Utara memperoleh perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan Sulut.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menyatakan, pemberian perlindungan kepada 35 ribu pekerja sosial lintas agama ini sejalan dengan Sulut sebagai provinsi dengan toleransi tertinggi di Indonesia.

“Sulut merupakan provinsi dengan tingkat toleransi antar-pemeluk agama tertinggi, sangat tepat kiranya para pekerja mulia ini mendapatkan perlindungan dalam mengemban misi kemanusiaan dari BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.

Agus juga menyebutkan besarnya perhatian Gubernur Olly Dondokambey sehingga pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dapat direalisasikan kepada para pekerja sosial lintas agama di Sulut.

“Ini atas persetujuan Pak Gubernur Sulut. Tentu ini upaya baik dalam rangka membangun kohesi sosial kita dan memperkokoh persatuan kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga menyatakan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong dan membangun perekonomian nasional dengan menginvestasikan aset dana jaminan sosial yang jumlahnya saat ini mencapai Rp 326 triliun.

“Kami dalam mengelola BPJS Ketenagakerjaan ada dua tugas mengelolanya yaitu mengelola dana kepesertaan serta mengelola dananya agar bisa mendorong perekonomian nasional. Makanya kita siap bersinergi dengan Pemprov Sulut misalnya dengan membangun taman kota di Manado supaya masyarakat Sulut ini lebih memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pemberian perlindungan bagi 35.000 pekerja sosial lintas agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Konghucu yang ada di Sulut merupakan yang pertama kali di Indonesia bahkan di dunia.

Saat itu juga diserahkan piagam rekor MURI tersebut dari Direktur Eksekutif MURI, Osmar Semesta Susilo kepada Gubernur Olly Dondokambey.

Olly pun mengapresiasi penghargaan tersebut. Dirinya menegaskan pemerintah harus hadir untuk mendukung program perlindungan yang mengedepankan jaminan sosial masyarakat.

“Saya bersyukur karena kerjasama Pemprov Sulut dengan BPJS sehingga bisa terlaksana kegiatan ini. Pemerintah harus ada di tengah-tengah masyarakat dan ini merupakan kemajuan bagi tokoh agama dalam rangka mengikuti program pemerintah dalam hal asuransi,” katanya.

Menurutnya, pemberian perlindungan kepada para pekerja sosial lintas agama adalah langkah tepat. Pasalnya, para pekerja sosial lintas agama dan tokoh agama merupakan komponen penting bagi keberlanjutan dan kesuksesan pelaksanaan program pembangunan daerah dan bangsa.

“Tokoh agama dan para pekerja sosial lintas agama harus diberikan jaminan perlindungan dalam menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya, ditengah berbagai tantangan dan resiko yang dihadapi, sehingga akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan mengakselerasi kinerja yang diemban,” ujarnya.

Olly meyakini, lewat berbagai terobosan yang dilakukannya saat ini akan memberikan dampak positif bagi peran dan kontribusi seluruh tokoh agama dan pekerja sosial lintas agama dalam percepatan pembangunan masyarakat, daerah dan bangsa yang semakin maju, unggul dan hebat kedepan.

Lebih jauh, Gubernur Olly mengajak BPJS Ketenagakerjaan untuk berinvestasi di Sulut dengan sebagian dana pengelolaan yang dimilikinya. Diketahui BPJS Ketenagakerjaan saat ini memiliki aset Dana Jaminan Sosial (DJS) senilai Rp 326 triliun yang diperoleh dari premi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia.

Penulis: Linda Setiawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *